Ayah dan kata cintanya yang dingin



Ayah dan kata cintanya yang dingin

Ayah tidak banyak bicara
Cintanya tidak pernah ku dengar dalam bentuk kata-kata
Tangannya kasar ketika kusalami
Wajahnya berminyak ketika aku berusaha mencium pipinya
Cinta ayah begitu dingin, tidak berbahasa
Aku tidak pernah mendengar ayah bertanya tentang perasaanku
Tidak di hari dimana usia ku menginjak dua puluh satu
Ayah diam saja bagai tidak peduli
Ayah yang tidak pernah menghubungi lebih dulu
Ayah yang entah bagaimana ibu bisa jatuh cinta kepadanya
Aku tidak mengerti
Sewaktu hari akadku, aku baru pertama melihat ayah menangis didepan mataku
Memelukku lebih lama dan hangat sekali rasanya
Ada dingin yang mencari, ada cinta yang terbahasakan dalam sebuah restu
Ayah memang begitu
Dan aku mencintai ayahku yang seperti itu
Karena aku tahu suatu hari bahwa bahasa cinta ayah bukanlah kata-kata
Cinta telah berubah dari kata sifat menjadi kata kerja
Setiap hal yang ayah lakukan karena kecintaannya, padaku
 Ayah memang demikian
Meski demikian, ayah tetaplah yang terbaik

Posting Komentar

0 Komentar