Gadis Hujan


GADIS HUJAN


Kau tau?
Aku selalu berdoa semoga tidak bertemu dengan gadis satu almamater
Bilapun bertemu, aku selalu berharap itu berada di dunia luar
Tidak saling mengetahui asal usul kita
Lalu, sama-sama tertawa saat tahu ternyata kita satu almamater
Kau tau?
Aku tidak pernah mencari seorang gadis satu almamater
Bangku sekolah ini terlalu arogan, terlalu keras, dan terlalu melangit
Seringkali memandang begitu jauh hingga lupa apa yang ada di dekatnya
Seringkali melihat dari atas dan lupa bahwa kita semua sejajar mata
Aku tidak pernah mencari
Tapi seperti dulu aku bilang, ‘Jangan Jakarta’
Nyatanya aku justru hidup ditengah-tengahnya
Mungkin benar kata orang, hati-hati terhadap kata-kata sendiri
Bila saja kita bertemu di dalam almamater sana, mungkin aku sama sekali tidak akan memikirkanmu
Sayangnya ceritanya tidak begitu
Kita harus bertemu dikala hujan
Saat kita sama-sama kalah oleh dingin dan basah air
Saat kita harus bersembunyi di bawah atap-atap yang melindungi kita dari kejaran hujan
Kita bertemu
Pertemuan pertama


Posting Komentar

0 Komentar