Mana Ada Kamu Di Rumahku
Ku kira pertemuan kita
berakhir di rumah
Sebuah rumah dengan
genting merah dan lantai kayu
Dengan teriakan-teriakan
kecil dari kaki-kaki kecil yang melangkah penuh tenaga
Berteriak menyebutmu mama
dan memanggilku ayah
Mana ada kamu di rumahku
Kamu hanya ada di
pikiranku
Bahkan rumah itu pun hanya
ada di pikiranku
Memang bahaya berangan-angan
tapi aku seperti kecanduan
Menikmati pikiranku yang
penuh bayang-bayang, nyatanya mana ada kamu di rumahku
Suaramu seperti angin yang
melewati dedaunan pohon
Melewati celah-celah
dinding rumah-rumah
Dibawa angin kemanapun
kaki melangkah
Membisikan dan mengatakan
sesuatu bahwa kamu sedang menungguku di rumah
Nyatanya, mana ada kamu di
rumahku
Orang-orang sepertiku
perlu di selamatkan
Dibangunkan dari tidurnya
logika
Disadarkan bahwa kehidupan
nyata menanti pembuktian kata-kata
Karena untuk membawamu ke
rumahku membutuhkan banyak pembuktian
Bahwa aku tidak
menjanjikan sesuatu yang tidak bisa ditepati dan aku bisa menunjukkan bahwa
kata-kata laki-laki ini tidak berhenti sebagai angan-angan
Kamu suka diperjuangkan,
kan?
by: dokterfina, https://soundcloud.com/suaracerita

0 Komentar