MENCINTAI-MU
Sebagai manusia, sebagai
makhluk yang lengkap dengan akal dan hawa nafsunya
Akalku sering
bertanya-tanya sendiri
Mengapa saat mencintai-Mu
aku tidak bisa menjadi baik, setidaknya bertindak sok-baik Sebagaimana kala aku
merasa tertarik dengan manusia yang berbeda jenis kelamin denganku itu Kala aku
tertarik, segala upaya untuk menjadi ‘terlihat baik’ aku lakukan
Bahkan aku pura-pura
mendekati rumah-Mu agar terlihat baik
Pura-pura membaca
surat-surat-Mu agar terlihat soleh
Aku tiba-tiba menjadi
baik, rajin mandi, rajin beribadah
Didekatnya pun aku tampak
ingin menyempurnakan segala tingkah laku dan bicaraku
Menghalus-haluskan tutur
kata, melemah lembutkan perbuatan
Memberikan perhatian atau
mungkin lebih tepatnya mencari-cari perhatian
Kala hatiku berkata aku
mencintainya, aku berbuat sedemikian rupa kepadanya
Berusaha menjadi
sebaik-baiknya manusia di depannya
Hari ini, aku menanyakan
keadaanku sendiri
Apa aku tidak benar-benar
mencintai-Mu meski mulutku berkoar-koar menyuarakan nama-Mu Berbicara atas
nama-Mu di jalan-jalan
Mengagung-agungkan nama-Mu
di dalam tulisan-tulisan
Lepas dari itu, aku tidak
pernah berusaha tampil baik di hadapan-Mu
Shalatku seperti olahraga
pagi, cepat sekali
Bacaanku seperti mengeja
huruf paku, tidak jelas dan sedikit ngawur
Aku bertanya-tanya pada
diriku sendiri
Ketika menghadapmu aku berpakaian
seadanya, mandi dulu pun tidak
Berbeda ketika hendak
bertemu dengannya
Berpakaian sedemikian
rapi, wangi pula
Terlihat stylish sepanjang
hari meski matahari terik atau hujan
Hari ini aku bertanya-tanya.
Apa aku sungguh benar-benar
mencintai-Mu?
Sementara aku tahu
Kau begitu mencintaiku. Iya kan?
by: dokterfina, https://soundcloud.com/suaracerita

0 Komentar