Rasa Takut


RASA TAKUT


Aku akan duduk melihatmu dari jauh sambil mendoakanmu selama aku tidak bisa melakukan apapun saat ini
Bahkan untuk sekedar bertanya apa kamu sudah makan atau apa kamu baik-baik saja
Sekalipun kesempatan itu ada, aku merasa tidak semua kesempatan mesti diambil
Aku akan duduk memperhatikanmu dari jauh-jauh sambil mendoakanmu
Sekalipun tangan dan kaki ini begitu ingin bergerak menolongmu ketika kamu tersandung dan jatuh Aku tahu kamu bisa berdiri sendiri meski harus duduk sebentar untuk merasakan rasa sakit itu
Aku akan berdiri dan memandangmu dari jauh sambil mendoakanmu
Aku akan memastikanmu baik-baik saja, setidaknya aku tahu apa kamu bahagia atau bersedih hari ini
Sebab aku tidak bisa berada di dekatmu saat ini
Tuhan tidak menyukainya
Bahkan ketika aku bersembunyi-sembunyi seperti ini pun aku masih merasa takut bahwa Dia cemburu karena aku menduakan-Nya
Lalu aku bersimpuh, menanyakan pada diri sendiri mengapa aku takut untuk melangkah lebih jauh Aku tahu aku menginginkan berada di sana, berada di dekatmu saat suka dan duka
Orang yang akan menolongmu pertama kali saat jatuh, menjadi orang pertama yang akan menemuimu di pagi hari untuk menanyakanmu, apa kabar tidur malam tadi, nyenyakkah?
Menjadi orang yang akan selalu berada di dekatmu dan menggandeng tanganmu saat kemana-kemana
Membuatkanmu sarapan pagi, atau secangkir kopi dimalam hari
Aku bertanya mengapa aku takut untuk melangkah lebih jauh
Aku terlalu takut pada kenyataan bahwa aku memang penakut
Aku ingin bertanya kepada Tuhan mengapa aku begitu takut
Apakah Tuhan cemburu karena aku lebih mencintai makhluk-Nya daripada dirinya sendiri
Aku takut Dia marah padaku dan mencabut keberanian itu dari dalam diriku, menggantinya dengan rasa takut dan khawatir


Posting Komentar

0 Komentar