Tahukah Kau Seperti Apa Rasanya Mencintai
Diam-diam
Sekian lama aku berdiam,
mencintamu di hatiku yang terdalam
Kupikir, semua itu cukup,
Sayang
Cukup untuk membuat
hidupmu tenang
Karena aku cukup merasa
senang, melihatmu tersenyum lalu tertawa riang
Kutahu kau bahagia, kurasa
kau tak butuh aku ada
Lalu kulihat kau berduka, terluka
karena cinta yang salah
Atau waktu yang tidak
berpihak pada bahagiamu semata
Entah
Namun aku tahu, itu
menyesakkan hatimu
Andaikan waktu berpihak
pada cintaku, entah nanti, entah berapa lama lagi
Tahukah kau apa yang
sangat ingin kukatakan, sayang?
Tahukah kau bagaimana
rasanya mencinta seseorang selama ini?
Tahukah kau bagaimana
rasanya mendoakan dia yang kau cinta
Tanpa kenal waktu, tanpa
tahu apakah dia tahu?
Tahukah kau bagaimana
rasanya, saat dia yang kau cinta, hanya berjarak satumeter di depanmu? Satu
meter, sungguh hanya satu meter, namun kau hanyalah seorang teman biasa, teman
biasa saja
Tahukah kau seperti apa
rasanya, mencintai diam-diam?
Kau ingin bersuara, namun
bahagianya adalah bahagiamu juga
Kau ingin sedikit saja
membuatnya tertawa, namun waktu selalu lebih dulu membuat seseorang lebih dekat
kepadanya
Kau ingin mengenal hatinya,
namun hatimu sendiri berkata ‘ini bukan saatnya’
Aku ingin, sungguh ingin,
mencintamu dengan kepolosan seorang anak kecil
Tak bisa diam, berkata apa
adanya tanpa ada yang disembunyikan
Aku ingin, lebih dari
sekedar ingin, kau mendengarkanku sebagai orang lain
Sebagai seorang pecintamu,
pecintamu yang luar biasa mengagumimu
Karena kau sungguh tak
pernah tahu, bagaimana rasanya menjadi seorang aku
Seorang yang mencintaimu
secara diam-diam
Dan itu mampu membuat
cintanya begitu dalam
by: dokterfina, https://soundcloud.com/suaracerita

0 Komentar