UNDANGAN HUJAN
Undangan yang akan kita
terima terbuat dari udara dingin dan langit yang kelabu
Angin yang berhembus
mengabarkan beritanya
Awan yang berarak-arak
menyapu langit yang tadinya biru
Undangan yang akan kita
terima terbuat dari bulir-bulir air
Dari setiap tetesnya
terdapat huruf-huruf yang tersusun rapi
Menuliskan kenangan
menjadi cerita yang utuh dalam pikiran
Siapapun yang diundang
hujan bisa menjadi sendu
Rindu bertumpuk-tumpuk
menjadi cair
Dan sayangnya hati hanya
sebesar gelas, sementara rindu seperti es di kutub utara
Tidak kuat hati
menampungnya
Maka mengalirlah ia
menjadi air mata
Siapapun yang diundang
hujan bisa menjadi bahagia
Kaca yang berembun bisa
dituliskan nama
Tersenyum-senyum sendiri memikirkan
sesuatu
Berbaring dibawah selimut
hangat dan menulis sesuatu
Hujan membuat suasana
menjadi lebih romantis dari biasanya
Undangan hujan yang aku
terima kali ini sepertinya akan menjadi kesedihan
Undangan yang terbuat dari
petir dan gemuruh
Dari angin dan awal gelap
Undangan tentang kabar
hilangnya harapan, tentang hilangnya kesempatan
Aku telah menyia-nyiakan
hari yang cerah untuk memperjuangkanmu
Dan kini hujan
menghentikan langkahku
Menyamarkan air mataku
Dibawah hujan, kamu tidak
akan tahu ada aku
Sebab aku telah melebur
menjadi tetesnya
Mengalir dibalik jendela
kaca kamarmu
Lalu, hilang oleh sinar
matahari
by: dokterfina,
https://soundcloud.com/suaracerita

0 Komentar