Maukah Kau Menungguku



MAUKAH KAU MENUNGGUKU


Matahari pagi selalu sama, perasaan kita tidak
Seperti langit yang berubah sewaktu-waktu
Tidak seperti air yang mengalir
Lebih seperti jalan yang terjal naik turun bergelombang
Detik berdetik dalam jarak yang sama, perasaan kita tidak
Resah melihat waktu yang terus bergerak semantara diantara kita tidak pernah terjadi pengakuan. Tatap mata bertemu, senyum malu-malu, pura-pura menghindar
Pura-pura bertanya kabar
Merah merona ketika nama terucap
Aku tahu diantara kita saling menjaga diri
Tidak banyak hal yang bisa aku lakukan selain mendoakanmu
Tidak lebih dari itu
Sebab diantara kita bukanlah siapa-siapa
Perasaan yang kita miliki tidak lantas membuat kita menjadi saling memiliki kan?
Sebab setiap perasaan memerlukan tindakan
Dan tindakan itu haruslah bertujuan
Bila aku menujumu, ingatkan aku untuk berpaling kepada Tuhan lewat matamu
Bertanyalah kabar tentang ibadahku
Diantara kita tercipta samudera
Meski pada kenyataannya kita bertemu dan saling sapa setiap hari
Berada dalam satu tempat yang sama
Jarak yang akan hilang dengan beberapa ikrar kata
Dan waktu, seperti kita tahu tidak pernah bisa diajak berkompromi
Diantara kita tetap diam saja
Aku ingin mengatakan sesuatu tapi malu
Aku malu mengatakannya
maukah kau menungguku?


Posting Komentar

0 Komentar